Pemanenan

PEMANENAN KAYU

Rangkaian kegiatan pemanenan kayu (Timber Harvesting) dilakukan dengan menggunakan teknik RIL (Reducde Impact Logging) yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas; optimalisasi volume kayu, kondisi tegakan tinggal yang lebih baik, dampak kerusakan yang rendah dan efisiensi biaya pemanenan dengan tujuan untuk mewujudkan pengelolaan hutan lestari.
Urutan kerja pemanenan kayu dengan teknik RIL adalah sebagai berikut;

Perencanaan Penebangan dan Jalan Sarad
Perencanaan penebangan dan jalan sarad dimaksudkan untuk menempatkan batang kayu pada posisi yang mudah dikeluarkan serta menghindari kerusakan pada pohon-pohon yang direncanakan ditebang dengan pedoman data analisis pohon dan topografi.

Penebangan
Penebangan dilakukan sesuai dengan peta rencana penebangan pada pohon berdiameter sama dengan atau lebih besar dari diameter limit yang telah ditetapkan yang akan dilaksanakan dari blok dan petak tebangan yang sudah mendapatkan ijin.

Penyaradan
Penyaradan/penarikan kayu dari lokasi penebangan menuju TPn (Tempat Pengumpulan Kayu sementara) dilakukan secara mekanis dengan menggunakan alat berat berupa skider. Rute penyaradan (jalur sarad) mengikuti trase lorong sarad yang dibuat dengan seefektif mungkin, sehingga dapat meminimalkan terjadinya dampak kerusakan akibat kegiatan penyaradan.

Pembagian Batang dan Pengukuran
Pelaksanaan pembagian batang dan pengukuran kayu dilakukan di TPn sesuai dengan ketentuan standar kualitas dan produktivitas, sehingga menghasilkan kayu yang mempunyai daya saing tinggi serta sesuai dengan kebutuhan industri.

Pengangkutan
Proses pemindahan kayu dari lokasi TPn menuju TPK hutan (Log Yard), selanjutnya menuju TPK akhir (Log Pond) dilakukan dengan menggunakan logging truck dan diteruskan menuju industri melalui jalur sungai.